Ads 468x60px

Labels

Rabu, 15 April 2020

MEMBUAT KARYA INOVASI DAN KUALITAS DIRI


MEMBUAT KARYA INOVASI DAN KUALITAS DIRI


Narasumber :  TRI AGUS CAHYONO, M.Pd.
( Juara 1 Inobel SD Bidang MIPA Tahun 2016 )

Senin, 15 April 2020


 













Pada kesempatan mala mini beliau bersedia sharing proses menjadi pendidik unggul yang mumpuni dalam Invovasi pembelajaran. Prestasi beliau bisa dilihat di https://wijayalabs.wordpress.com/2020/04/14/biodata-tri-agus-cahyono/

Profil nara sumber malam ini adalah Bapak Tri Agus Cahyono, M.Pd. Beliau lahir di Pacitan, 22 Agustus 1982 silam. Dalam kesehariannya beliau sebagai guru SDN Belik Tepus Kecamatan Tepus Gunung Kidul Jogjakarta. Dan alamat rumahnya adalah RT.01 RW.03 Kec/Kab Pacitan Jawa Timur.    Pendidikan terakhirnya dari Program Pasca Sarjana Univ. Negeri Jogjakarta jurusan Magister Pendidikan Dasar IPA tahun 2015, melalui beasiswa P2TK Dikdas dengan predikat cumlaude. Dan beliau aktif sebagai ketua KKG Gugus V Purwodadi, Tepus Gunung Kidul DIY.

Banyak   sudah pengalamannya, beliau dalam hal tulis menulis. Dibuktikan dengan adanya banyak penghargaan yang sudah diraihnya. Diantaranya adalah :
  1. Guru berdedikasi Daerah Khusus Tk  Nasional tahun 2016.
  2. Juara 1 perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran Tk Nasional tahun 2016 kategori MIPA.
  3. Penghargaan Short Course ke Jepang tahun 2017.
  4. Finalis olimpiade Guru Nasional (OGN) Tk Nasional Guru Kelas SD tahun 2018.
  5. Finalis Guru Berdedikasi Tk Nasional SD tahun 2019.

  Penampilannya bersahaja, tetapi pengalamannya sungguh luar biasa. Ibarat padi semakin berisi semakin di segani. Beliau mengenalkan dirinya,  dengan malu-malu sebagai nara sumber di workshop menulis malam ini.  Ungkapan beliau, menandakan bahwa beliau sangat rendah hati dan baik hati. Begini bunyinya, “Disini saya sangat malu jika sebagai narasumber tentu saja Bapak  Ibu semua lebih berpengalaman dan lebih hebat dari kami. Jadi tolong anggap ini sebagai sharing pengalaman saja, apa yang telah kami peroleh selama mengabdi menjadi guru.“

Untuk malam ini tema yang diambil adalah “Karya Inovasi dan Kualitas Diri”. Pada hakikatnya sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang. Sesuai taksonomi Bloom yang telah  direvisi oleh Krathwool,  menyatakan bahwa ada 6 tahapan berfikir kognitif. Tahapan – tahapan tersebut adalah :
1.      Mengingat (C1).
2.      Memahami (C2).
3.      Menerapkan (C3).
4.      Menganalisis (C4).
5.      Mengevaluasi (C5).
6.      Menciptakan (C6).




 Dalam taksonomi tersebut Karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak berfikir. Jadi ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan – tahapan tersebut. Jangan sampai kita berinovasi tetapi :
1.      Tidak tahu ilmunya.
2.      Tidak paham maksudnya.
3.      Tidak pernah menggunakan.
4.      Tidak bisa menganalisis bagian – bagiannya.
5.      Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya.



Jadi intinya jika kita menginginkan dan menciptakan karya inovasi maka kita harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut. Sehingga hasilnya bagus dan bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan keilmuannya. Ketika final lomba Karya Inobel yg dinilai bukan sekedar bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi yg paling penting dan lebih utama adalah bagaimana penciptanya/inovatornya yg akan ditelisik oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya-jawab. Dari sinilah makateam penguji akan mengetahui lebih detail tentang inovatornya. Bahwa inovatornya menguasai dan memhami materi secara menyeluruh. Sehingga team akan yakin bahwa memang karya inovasi tersebut adalah buatan sang inovator sendiri.  Nah bagaimana cara kita belajar untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi. Caranya adalah dengan bekerja.
Satu pertanyaan dari peserta Diklat Menulis, bila  kita sudah membuat karya inovasi, yang bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi siswa, apa saja yang akan kita lakukan. Jawaban beliau adalah, Minimalkan administrasi, lebih ke hal- hal  yang aplikatif dalam mengajar, ingat kita adalah guru, tugas utama kita mengajar, administrasi kebanyakan hanyalah formalitas jadi utamakan administrasi yg penting – penting  saja.  

          Pendaftaran  Lomba Inobel adalah melalui seleksi karya tulis, maka buat karya tulis secara APIK. Judul yang menarik, segar dan baru, berbeda dari yg lain dan tentu saja harus lolos uji smiliarity maksimal 30% turnitine.  Dan karya  tulisnya yang paling bagus adalah karya pengembangan (Research & design) . Kalau tidak bisa lebih baik bestpractise. Tidak perlu banyak fungsi tetapi berpengaruh dan mempunyai rentetan keberhasilan dalam menyelesaikan masalah.

Kesimpulannya adalah dalam berinovasi jangan memikirkan masalah yg bersumber dari luar seperti lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, dll tetapi “FOKUS” pada “KOMPETENSI DIRI” itulah yg akan memudahkan kita menemukan hal – hal atau ide-ide penting yg membantu keberhasilan pembelajaran. Sehingga tidak hanya inobel yg kita dapat,.. OGN akan dapat, Gupres juga akan kita dapat. Jadi tingkatkan kualitas diri untuk karya yg berkualitas. Terima kasih dan semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekilafan.


Dengan ilmu benar-benar membuat hidup seseorang menjadi mudah, aamiin.


Ropiyanto, M.Pd
MAN 1 Kepahiang, Bnegkulu

Rabu, 08 April 2020

MENULIS TANPA IDE


BELAJAR MENULIS TANPA IDE BERSAMA OM BUDIMAN
Resuma ke- 8
Nama peserta           : Ropiyanto, M.Pd
Gelombang               : ke- 7
Alamat Blog             : http://ropiyantoropi.blogspot.co.id

Belajar menulis yang paling sulit selama ini adalah mencari ide. Ide adalah modal dasar untuk mengungkapkan sebuah gagasan menjadi tulisan. Melalui materi yang disampaikan  om Budiman Hakim (Om Bud), kita akan diajarkan dan langsung praktik bagaimana menulis tidak perlu ide. Menulis tanpa ide. Pasti menarik bukan?. Ayo kita ikuti materinya dengan seksama..
Saya sendiri sangat penasaran, bagaimana mungkin menulis tanpa ada ide.  Tapi, saya tetap antusial mengikutinya, kalian juga kan. Semoga.
MENULIS TANPA IDE sebenarnya adalah judul buku saya yang terbaru jelas Om Bud, dan materi yang akan saya bawakan adalah salah satu Bab yang terdapat dalam buku itu, jadi otomatis judul materi kita adalah MENULIS TANPA IDE. Bagaimanakah kita menentukan sebuah tulisan menarik atau tidak ?mudah saja, Tulisan yang bagus adalah yang mampu menggugah EMOSI pembacanya. Cara menilainya Cuma dengan 1 pertanyaan : Apakah buku kita mampu membuat pembaca tertawa terbahak-bahak? Artinya ketika orang menangis atau tertawa , maka disitulah saat  tulisan kita mampu menggugah EMOSI pembacanya. Jadi kata kuncinya adalah EMOSI

Kesimpulannya adalah ketika kita menulis sebuah  cerita kita wajib memasukan unsur EMOSI dalam cerita itu. sayangnya pelaksanaanya ternyata tidak semudah itu. Ketika ingin menulis seringkali kita ngga punya ide. Orang-orang banyak yang mengistilahkan kondisi ini dengan Writers ‘block.
Untuk mengatasi masalah Writer Block menurut Om Bud ada dua cara yang bisa kita lakukan yaitu :
1.      Memanfaatkan Emosi
Caranya sangat sederhana, caranya tuliskan semua perubahan EMOSI dalam kehidupan kita sehari-hari. Metode ini saya sebut dengan Cerpenting singkatan dari Cerita Pendek Tidak Penting. Cerpenting adalah metode menuliskan peristiwa-peristiwa REMEH yang terjadi di sekeliling kita Meskipun ceritanya sepele tapi ternyata kita ketawa atau terharu atas peristiwa itu. Dengan kata lain emosi kita tergugah, jadi tuliskan peristiwa tersebut Perlu dipahami benar , ya bahwa ceritanya harus benar-benar TIDAK PENTING.
Kalau kalian menuliskan dilema diajak pacar untuk pindah agama maka itu cerita penting. Kalau kalian bercerita tentang anak yang terpengaruh teman-temannya nyoba-nyoba narkoba maka itu cerita penting. Cerpenting haruslah cerita yang tidak penting itu sebabnya METODE LATIHAN MENULIS ini disebut Cerpenting =Cerita Pendek tidak penting. Ceritanya bisa macem-macem.Cari cerita yang paling REMEH tapi bikin kita ketawa, marah , terharu, pokoknya semua rasa yang menggugah emosi  kita. Misalnya yang punya anak kecil pastinya ngakak ngeliat kelucuan anaknya, iya kan ?Atau kita lagi naik motor terus kehabisan bensin sementara kita juga lupa bawa duit karena gak sempet ke ATM, udah jauh-jauh dorong motor pas sampe ternyata mesin ATM nya rusak. Ngeselin, kan? TULISKAN! Atau kalian mau cerita horor waktu dikejar-kejar oleh kecoa terbang? Pokoknya pengalaman remeh apapun yang kalian alami, selama itu menggugah emosi? TULISKAN . Terserah kalianlah apa yang mau ditulis. Intinya apapun yang menggugah emosi? Tuliskan!

Menulis cerpenting memang menuliskan sesuatu yang TIDAK PENTING tapi manfaatnya SANGAT PENTING. Kenapa?Kalau kita bisa menggugah emosi pembaca dengan topik yang SANGAT SEPELE, apalagi kalo kita menuliskan hal yang SANGAT PENTING, pastinya bakalan jadi bagus bangetJika sudah terbiasa menulis cerpenting maka kita akan selalu mendapat pemicu untuk menulis.Ya pastilah, topik sepele aja kita mampu, kok. Itu pointnya.Gak usah mikirin apa gunanya tulisan itu. Anggap aja itu adalah latihan menulis yang menyenangkan.

Kenapa menyenangkan? Karena kita mengalaminya sendiri dan terbukti menggugah emosi, jadi gak ada salahnya kita abadikan. Menulis itu persisi kayak memasak. Supaya tambah enak, tambahkanlah bumbu-bumbu. Berikut beberapa contoh cerpenting yang pernah saya tulis.

2.      Memancing Emosi

Metode yang kedua adalah memancing emosi. Dari emosi yang kita dapet bisa kita konversikan menjadi ide. Pernah kan kalian ngedenger orang ngomong, "Jangan tunggu kaya lalu baru berderma. Berdermalah dulu maka in shaa Allah kita akan menjadi kaya."Ada lagi yang kalimat yang mengatakan, "Jangan menunggu bahagia lalu baru tersenyum. Tersenyumlah maka kebahagiaan akan datang padamu." Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat motivasi dengan formulasi kalimat seperti di atas. Saking banyaknya sampe saya curiga bahwa formulasi kalimat tersebut adalah RAHASIA KEHIDUPAN. Kenapa demikian? Karena sepanjang pengalaman menulis, saya juga menemukan RAHASIA cara menulis tanpa ide.Dan setelah saya coba tuliskan rahasianya, ternyata FORMULASInya persis sama dengan formulasi kalimat-kalimat motivasi di atas.

Bunyinya begini,:
 "JANGAN MENUNGGU IDE DATANG LALU BARU MENULIS. MENULISLAH DULU MAKA IDE AKAN DATANG PADAMU."

Persis sama kan formulasi kalimatnya?Ajaib, ya? Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa menulis kalo belom ada ide?Sering kan kita ngedenger orang ngomong begini, 'Gue sih mau nulis tapi belom ada ide nih.'Nah, itu keliru. Itu salah. Salah besar!!!! Perlu saya tekankan bahwa: IDE ITU GAK BOLEH DITUNGGU. IDE ITU HARUS DIPANCING.Persoalannya, cara mancingnya gimana? Coba perhatikan sekeliling kalian.Lalu tuliskan benda-benda yang kita tangkap melalui pancaindera. Kemudian gabungkan dan susun semua benda tadi menjadi satu kesatuan dalam beberapa kalimat.

Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang.

Nah, metode menulis tanpa ide ini sudah saya praktekkin bersama partner saya Asep Herna. Dia seorang penulis juga Saya menemukan metodenya dan Asep yang mempraktekkannya. Suatu hari dia mencoba memperaktekkan metode ini. Asep saat itu sedang berada di kamarnya dan berniat hendak menulis sesuatu.Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang.

Asep saat itu sedang berada di kamarnya dan berniat hendak menulis sesuatu.Tapi sayangnya Kang Asep idenya lagi mandeg.Asep duduk di depan laptopnya yang sudah menyala dari tadi tapi masih saja kosong tanpa satu huruf pun di atasnya.Asep memandang ke sekeliling kamar dan mengamati benda apa saja yang terdapat di kamarnya.
Setelah itu dia menuliskan benda-benda yang ditemukannya.
Benda-benda tersebut adalah :
1.       PRINTER
2.       KERTAS
3.       DINDING
4.       AC
5.       JAM
6.       LAPTOP
Setelah itu, Asep mulai mengetik. Dia menyusun kalimat yang menghubungkan semua benda tadi.
Dan beginilah hasilnya :

"PRINTER warna hitam di depanku menungguiku kaku, ditemani KERTAS-KERTAS kosong  yang berserakan di sekitarnya. Aku lihat DINDING tampak pucat, barangkali kedinginan karena berjam-jam disembur AC yang begitu angkuh. JAM menunjukkan pukul 2 pagi. Tapi layar LAPTOPKU masih juga kosong. Dan hingga detik ini, tak satupun ide bergairah menghampiri."

Perhatikan semua benda yang dipilihnya ditulis dalam kapital.Teman-teman sekalian. Coba perhatikan baik-baik.Asep mengaku belum punya ide untuk menulis. Tapi dia telah memiliki sebuah tulisan yang sangat bagus. Luar biasa, kan? Satu hal yang perlu dicatat bahwa Asep baru memanfaatkan INDERA PENGLIHATAN.Baru dari mata doang. Asep telah membuat sebuah tulisan yg bagus hanya dengan mengandalkan matanya. Padahal kita masih mempunyai indera penciuman, pendengaran, pengecapan dan peraba sebagai device untuk bereksplorasi. Semua yang ditangkap panca indera sangat berpotensi untuk membuat tulisan pemancing ide. Misalnya kentongan satpam komplek yang sedang memukul tiang listrik,  (pendengaran) bau Indomie yang sedang dimasak oleh teman kos-kosan kita, (penciuman) kopi yang ternyata sudah kadaluwarsa, (pengecapan) rasa jijik ketika seekor kecoak berjalan di atas kaki kita (perabaan) masih banyak lagi. Apa yang dilakukan Asep Herna di atas tentunya dapat dilakukan oleh kita semua. Meskipun belom punya ide. Nyalakanlah laptop kalian. Duduk di depannya. Buka software WORDS. Taruh jemari kalian di atas tuts seakan-akan kalian sudah mendapat ide untuk ditulis. Intinya adalah biasakan menulis dulu tanpa perlu menunggu ide datang.

Cara menulis seperti itu adalah cara untuk memancing ide datang.Ketika ide sudah terjaring barulah kita kemas menjadi tulisan yang menarik.Silakan kalian memperaktekkan metode ini.  Kalo bisa semua mencoba ya?Karena sebuah metode sulit dipahami kalo gak dipraktekin.

Setelah Asep mencoba ide tersebut, saya juga langsung ikut mempraktekannya.Masak yg bikin malah gak nyoba? Aneh banget dong...Seperti Asep, saya memandang ke sekeliling saya.Kemudian saya pilih 6 benda yang tertangkap pancaindera.Kalo bisa pilih 6 benda. Itu jumlah yang ideal. Kalo kurang takutnya kedikitan. Kalo lebih ntar kita kebingungan sendiri karena kebanyakan.

Dan benda-benda yang saya pilih adalah
SEPATU TUA
KASUR
KULKAS
PINTU
HANDUK
PANCURAN

Tanpa membutuhkan waktu lama, mungkin cuma beberapa menit, terciptalah tulisan sebagai berikut ini:

Brak! PINTU kamar tidur kudorong dengan kuat sehingga menimbulkan suara menggelegar. Aku terlalu capek sehingga langsung kubanting tubuhku di atas KASUR yang empuk. Kepalaku mau pecah rasanya karena letih.
“Aku benci sama kamu!!!” Tiba-tiba terdengar suara mengagetkanku..
Aku mencari suara tersebut ternyata datangnya dari SEPATU TUA yang sedang mojok di sudut kamar, di samping KULKAS.
“Kenapa kok benci?” tanyaku terheran-heran kok sepatu itu bisa berbicara.
“Sejak kau memiliki sepatu baru, kau tidak pernah peduli lagi padaku. I hate you!!”
Hah? Sepatu lamaku cemburu dan merasa dicampakkan. Aduh! Apakah aku sudah gila?
“I HATE YOU!!!!!!”””
Dengan cepat aku berdiri meraih HANDUK lalu masuk ke kamar mandi. Barangkali guyuran air dingin dari PANCURAN bisa menyegarkan tubuh dan pikiranku. Bismillah….

Menulis itu sebuah proses. Menulis bukan skill yang bisa diperoleh dalam waktu semalam. Jadi kita memang harus berlatih.Berlatih memang sebuah periode yang membosankan. Itu sebabnya metode ini saya ciptakan supaya proses latihan jadi menyenangkan.Kita seperti lagi melakukan permainan 6 kata. Situasinya fun tapi berpotensi menjelma menjadi tulisan yang berkualitas master piece.

Penjelasan Om Bud sangat menarik, dengan bahasa yang lugas dan apa adanya, tapi  mengena mudah dipahami, hanya saja materi yang disampaikan hanya bagian  dari buku “Menulis tanpa ide”  Karya Om Bud
Kesimpulannya  adalah :
1.       Tulisan yang bagus adalah yang mampu menggugah EMOSI pembacanya. ketika kita menulis sebuah  cerita kita wajib memasukan unsur EMOSI dalam cerita
2.       Mengatasi Writers block dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu memanfaatkan emosi dan  memancing emosi
3.       Tuliskan semua perubahan EMOSI dalam kehidupan kita sehari-hari dengan Metode Cerpenting =cerita pendek tidak penting dengan menulis hal-hal yang remeh menjadi tulisan
4.       "Jangan menunggu ide datang lalu baru menulis. menulislah dulu maka ide akan datang padamu."
5.       Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang.
6.       Metode permainan 6 kata dengan Tuliskan 6 benda di sekeliling kita,kemudian rangkai menjadi tulisan
7.       Menulis itu sebuah proses. Menulis bukan skill yang bisa diperoleh dalam waktu semalam. Jadi kita memang harus berlatih.
 Akhirnya tiada terasa waktu telah berjalan selama 2 jam, para peserta yang antusias masih memohon penambahan waktu untuk diskusi. Waktupun ditambah selama 15 menit untuk tanya jawab. Itupun masih terasa kurang.
Sebagai penutup Om Bud mempersilakan untuk bertanya sacara pribadi melalui WA (Japri).
No WA beliau tidak saya share ya.. tunggu izin Om Bud.
Pelatihan dengan materi Menulis Tanpa Ide selesai.

Ropiyanto, M.Pd
MAN 1 Kepahiang, Bengkulu.

Jumat, 03 April 2020

MENULIS MOMEN SPESIAL SAAT MENGAJAR By: Ropiyanto (MAN 1 Kepahiang, Bengkulu)


RESUME KE- 6
Pelatihan Menulis Online  G 7
MENULIS MOMEN SPESIAL SAAT MENGAJAR
By: Ropiyanto (MAN 1 Kepahiang, Bengkulu)

Tiada terasa pelatihan menulis ini sudah hari ke 7. Semoga tidak salah ya.?

Yang membuat tiada terasa adalah materinya yang semakin luar biasa. Dan jadwal malam ini sampailah pada materi tentang “menulis momen spesial saat mengajar.” Jujur saya katakan, selama ini dalam proses mengajar saya mungkin belum pernah mencatat sesuatu kejadian yang spesial. Tapi mungkin ada, ya saya menganggap itu suatu hal biasa. Nah, masalah ini ternyata memiliki harga, momen spesial memiliki arti bagi kelangsungan pembelajaran untuk masa yang panjang. Disampaikan oleh seorang ahli Bapak Munif Chatif yang dihadirkan oleh Om Jay. Terima kasih untuk Om Jay.
Berbicara masalah momen spesial, mungkin ada yang bertanya apa itu momen spesial dalam mengajar?. Ini termasuk pertanyaan saya, he.

Dalam penjelasannya, Bapak Munif Chatif menguraikan :
Spesial Moment Dapat Mendatangkan Berkah Bila Guru Tahu Rahasianya
Kunci pokok untuk mendapat spesial moment, adalah kepekaan guru dalam mengajar dan memperhatikan siswanya.
Bapak Munif Chatib menambahkan, Anda coba bayangkan bila guru peka terhadap proses belajar mengajar, pasti mereka akan mendapat banyak spesial moment.
Cobalah anda baca buku "Tak Sengaja Menjadi Guru", dengan editor Pearl Rock Kane, yang diterbitkan oleh Mizan Learning Center, Bandung 2004. Buku itu adalah buku populer yang berisi spesial moment banyak guru di seluruh dunia.
Sungguh, cukup bagi para guru untuk selalu tersenyum dan gembira bertemu siswanya yang lucu-lucu, sementara ekonomi rumah tangga sudah bukan menjadi persoalan.
Setelah membaca spesial moment Pak Munif yang berjudul "80 Menit di Kelas Neraka". Saya tertarik untuk menjadi guru baru setiap bertemu dengan siswa saya. 

Hanya sebagian dari siswa yang mau belajar, yaitu siswa perempuan saja yang masih mau belajar dengan baik, siswa yang laki-lakinya belajar semaunya saja, di waktu jam belajar mereka keluar masuk kelas dengan seenaknya. Singkat kata hubungan emosional guru dengan siswa tidak terjalin baik. Siswa tidak semangat belajar bahkan tidak mau belajar dengan alasan tidak suka sama perangai dan sikap gurunya, yang kata anak-anak guru tersebut galak

Momen special menjadi pintu masuk ke Memori Jangka Panjang tak terlupakan seumur hidup. Momen spesial adalah kejadian khusus yang terjadi dalam proses pembelajaran antara guru dan siswa baik di kelas maupun di luar kelas.
Momen spesial meliputi :
a.  Perubahan motivasi
Semula tidak berminat menjadi berminat atau sebaliknya.
b.  Perubahan kemampuan
Semula tidak ammpu menjadi mampu, atau sebaliknya
c.  Perubahan sikap
Semula tidak rajin menjadi rajin atau sebaliknya.
Tahapan menulis momen spesial :
  1. Catat / rekam kejadian momen spesial saat terjadi, jangan ditunda
  2. Eloborasi, mancari data-data pendukung terhadap momen spesial. Data fakta, atau bertanya, imajinasi.
  3. Menulis dalam bentuk artikel bebas.
Cara menulis momen spesial menurut Bapak Munif Chatib:
1.       Untuk awal tulis saja semampu kita tanpa kita khawatir salah dalam kaidah penulisan
2.       Tuangkan semua kejadian spesial ke dalam tulisan kita
3.       Guru harus bisa memainkan 3 peran yaitu menjadi guru, orang tua dan sahabat bagi siswa
4.       Setiap kejadian dikelas adalah cerita spesial bagi seorang guru.
5.       Saya semakin termotivasi untuk menulis

Dari berbagai cerita di kelas dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi guru dalam mengajar. Seorang guru bukan pada tempatnya untuk memponis siswa malas dalam belajar. Tidak ada istilah siswa yang nakal, tapi belum dapat pengetahuan saja.

Demikian materi dari Bapak Munif Chatib, semoga dapat kita terapkan dalam proses pembelajaran tentunnya dan menjadi perubahan jangka panjang harapan kita. Semoga.

Ropiyanto
MAN 1 Kepahinag, Bengkulu

Kamis, 02 April 2020

MENDESAIN PEMEBLAJARAN JARAK JAUH YANG EFEKTIF, PELATIHAN MENULIS ONLINE GELOMBANG 7 OLEH : ROPIYANTO, M.Pd


MENDESAIN PEMEBLAJARAN JARAK JAUH YANG EFEKTIF

Narasumber pada materi ke lima yang dihadirkan oleh Om Jay adalah Bapak Indra Charismadji. Penyampaian materi kali ini, Rabu, 1 April 2020 dilakukan dengan cara meeting converence via aplikasi webex.


Pak Indra Charismadji, adalah pengamat dan praktisi pendidikan. Kali ini pembahasan mengenai Mendesai Pembelajaran Jarak Jauh Yang Efektif.

Konsep Dasar Pendidikan
Meeting converence diawali dengan pertanyaan seputar pengalaman peserta melakukan pembelajaran jarak jauh saat pandemi corona dan dilanjutkan dengan pertanyaan tentang 4 pilar pendidikan UNESCO. Diskusi mengalir antara narasumber dan peserta.

Menurut Pak Indra, kebanyakan guru selalu sibuk dengan materi/konten/"apa" yang harus diajarkan. Tapi, jika kembali melihat 4 pilar pendidikan UNESCO, maka yang paling penting adalah bisa tidak siswa belajar untuk tahu (learning to know), melakukan (learning to do), menjadi sesuatu (learning to be) dan hidup bersama (learning to live together). Jadi, bukan apanya, bukan what to learn but how to learn. Ini konsep dasar pendidikan.

Fokus pada "How", bukan pada "What"
What to learn bisa berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Jika kita fokus pada apa yang harus diajarkan, saat zaman berubah, anak mungkin tidak akan bisa mengikuti.

Dalam materinya, Pak Indra menyebutkan 65% siswa yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar, akan bekerja pada bidang yang hari ini BELUM TERCIPTA (World Economic Forum 2018). Oleh karena itu, fokuslah pada how to learn.

Peran Guru di Abad 21
Mengenai pilar learning to know, Pak Indra bertanya apakah segala sesuatu yang kita ajarkan pada siswa ada di internet? Jika ya, maka pertanyaan selanjutnya adalah mengapa guru masih harus ada di kelas? Padahal banyak profesi yang bahkan guru pun (mungkin) tidak tahu bagaimana caranya menjadi seperti itu (misalnya youtuber, selebgram, dll).

Kolaborasi antara guru dengan murid tidak akan pernah tergantikan. Fungsi guru tidak berubah. Seorang guru harus bisa berperan sebagai teladan, motivator, sekaligus fasilitator (memfasilitasi kemana siswa harus mencari). Atau dalam istilah leluhur kita, Ki Hadjar Dewantara adalah ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karso, dan tut wuri handayani (di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan daya kekuatan).

Arahkan pada Portofolio
"Anak zaman sekarang jangan disuapin. Kita bisa ngedorong mereka untuk mencari sendiri." Itulah yang ditekankan oleh Pak Indra.

Kita bisa mendorong siswa untuk membuat portofolio zaman sekarang seperti vlog, blog, film, dan aplikasi. Buat mereka sekreatif mungkin.

3I Framework
Menurut pemateri, ada 3 hal kunci penting sebagai framework dalam dunia pendidikan, yaitu :
1. Infrastruktur. Ini berkaitan dengan apa yang akan kita gunakan dalam pembelajaran? Apakah akan terus menerus streaming video? Terus menerus ceramah? Maksimalkan pembelajaran online dan offline (seimbang lebih baik).
2. Infostruktur. Setiap sekolah sebaiknya bisa punya domain sekolah untuk web atau untuk pembelajaran daring. Pusat data yang terpadu. Informasi yang menyatu sekaligus aman.
3. Infokultur. Kultur era digital harus dibangun dan dibiasakan di lingkungan sekolah.

Ketiganya harus ada jika ingin pendidikan di abad 21 menjadi optimal. Konsep 3I Framework ini jadi perbincangan hangat dalam diskusi. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia adalah negara kepulauan dengan masyarakat yang beragam dan rata rata-rata kondisi perekonomiannya belum stabil. Kondisi geografis dan status ekonomi ini menjadi salah satu kendala dalam infrastuktur pendidikan digital.

Ke depan, semoga dua masalah ini bisa teratasi. Jaringan yang merata dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Indonesia. Sehingga kita bisa lebih siap untuk melakukan pembelajaran di era revolusi industri 4.0.

Ropiyanto, M.Pd
MAN 1 Kepahiang, Bengkulu

 

Sample text

Menulis itu mudah

Sample Text

Bermusyawah perinsip perjuangan Islam

Sample Text

Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah dan dengan agama hidup menjadi terarah dan bermakna
 
Blogger Templates